Manajemen Air: (Part 2) Derajat Keasaman (pH) dalam Budidaya Ikan

Dalam budidaya ikan, pH air kolam memegang peranan penting karena berhubungan langsung dengan kesehatan dan tingkat stres ikan. Idealnya, pH air kolam harus mendekati pH darah ikan (7,4) agar ikan dapat hidup optimal tanpa mengalami stres akibat perubahan keasaman air.

Pengaruh pH Terhadap Ikan

Darah ikan bersirkulasi sangat dekat dengan air, hanya terpisahkan oleh 1 atau 2 sel pada insang dan kulit. Oleh karena itu, perubahan pH yang signifikan dapat berdampak langsung pada kesehatan ikan, di antaranya:

  • pH yang sangat rendah → Memicu stres, meningkatkan produksi lendir pada kulit, dan menurunkan tingkat kelangsungan hidup ikan.
  • pH 5 – 6 → Meningkatkan toksisitas H₂S, yang berbahaya bagi ikan.
  • pH terlalu tinggi → Memperkuat efek amonia, yang dapat mengganggu kesehatan ikan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi pH Air

1️⃣ Proses Fotosintesis dan Respirasi

  • Pada siang hari, fitoplankton melakukan fotosintesis, yang menyebabkan akumulasi karbonat (CO₃²⁻) dan meningkatkan pH air.
  • Pada malam hari atau saat cuaca mendung, respirasi organisme air menghasilkan karbon dioksida (CO₂) yang bereaksi dengan air membentuk bikarbonat (HCO₃⁻), melepaskan ion hidrogen (H⁺) dan menurunkan pH air.

2️⃣ Hujan

  • Air hujan umumnya bersifat asam, sehingga dapat menurunkan pH air kolam dengan cepat.

3️⃣ Proses Biologi di Kolam

  • Pakan yang tidak habis → menghasilkan amonia yang dalam proses nitrifikasi membentuk asam nitrat, yang dapat menurunkan pH.

Dinamika pH dan Buffering System

pH air selalu mengalami perubahan, tetapi yang perlu diperhatikan adalah agar perubahannya tidak terjadi secara drastis.

  • Perbedaan 1 satuan pH berarti perubahan konsentrasi ion H⁺ sebanyak 10 kali lipat!
  • Perbedaan 2 satuan pH = 100 kali lipat perbedaan konsentrasi ion H⁺.

Sebagai contoh:
📌 pH 5 = konsentrasi H⁺ sebanyak 1/100.000 (seperseratus ribu)
📌 pH 6 = konsentrasi H⁺ sebanyak 1/1.000.000 (sepersejuta)

Oleh karena itu, perubahan pH yang mendadak dapat berdampak buruk bagi ikan. Untuk menghindari ini, sistem buffering alami diperlukan agar perubahan pH terjadi secara bertahap.

🔹 Cara meningkatkan kapasitas buffer air: Gunakan BOSTER MANSTAP untuk menstabilkan alkalinitas dan membantu proses pem-buffer-an air.

Cara Mengatasi pH yang Tidak Stabil

  • Lakukan penggantian air sebagian → Untuk mengurangi faktor penyebab pH terlalu asam/basa.
  • Kontrol pemberian pakan → Pakan berlebih meningkatkan produksi amonia dan asam nitrat.
  • Optimalkan aerasi → Untuk mengurangi asam karbonat (H₂CO₃) di dalam air.
  • Gunakan BOSTER MANSTAP → Agar alkalinitas air tetap stabil dan buffering system bekerja optimal.
  • Pantau pH air minimal 2x sehari → Pagi hari dan menjelang magrib untuk mengetahui fluktuasi pH harian.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *