Keracunan nitrit adalah salah satu masalah serius dalam budidaya lele, terutama setelah grading atau pemindahan ikan ke kolam baru yang belum terkondisi dengan baik. Nitrit (NO₂⁻) bersifat racun karena dapat mengikat hemoglobin dalam darah ikan dan menghambat penyerapan oksigen, menyebabkan kondisi methemoglobinemia yang dikenal sebagai “brown blood disease”.


Penyebab Utama Keracunan Nitrit
❌ Kondisi air belum matang → Belum terbentuk ekosistem bakteri nitrifikasi yang optimal.
❌ Plankton belum berkembang → Tidak ada siklus nitrogen yang stabil.
❌ Kolam terlalu kotor → Banyak bahan organik yang membusuk dan menghasilkan amonia.
❌ Overfeeding → Pakan berlebih meningkatkan kadar amonia yang diubah menjadi nitrit.
❌ Kurangnya aerasi dan sirkulasi air → Proses oksidasi tidak berjalan dengan baik.
Ciri-Ciri Ikan Lele Keracunan Nitrit
🐟 Ikan menggantung di permukaan air pada siang hari tetapi aktif di malam hari.
🐟 Perut ikan kembung, keras, dan berwarna kuning.
🐟 Gerakan ikan sering kaget dan tidak stabil.
🐟 Kumis ikan lemas dan tubuh tampak pucat.
🐟 Kematian massal terjadi di dasar kolam.
🐟 Lendir berlebihan keluar dari tubuh ikan, menyebabkan air berbau amis.
Solusi Pencegahan & Penanganan
1. Pengkondisian Air Sebelum Grading
- Pastikan kolam memiliki siklus nitrogen yang stabil sebelum ikan dimasukkan.
- Gunakan BOSTER AQUAENZYM + BOSTER PLANKTOP untuk mempercepat proses penguraian bahan organik dan membantu bakteri nitrifikasi.
- Jaga keseimbangan pH dan alkalinitas dengan BOSTER MANSTAP.
2. Optimalisasi Oksigen & Sirkulasi Air
- Tambahkan aerasi atau aliran air yang merata untuk menghindari stratifikasi dan meningkatkan oksigen terlarut (DO).
- Aplikasi BOSTER AERO2 saat DO kritis untuk mendukung proses oksidasi nitrit.
- Gunakan central drain agar limbah terkumpul di satu titik dan mudah dibuang tanpa mengurangi banyak air.
3. Pengendalian Pakan & Kebersihan Kolam
- Hindari overfeeding → Beri pakan sesuai kebutuhan ikan dan jangan biarkan sisa pakan menumpuk.
- Gerakan ikan saat makan membantu sirkulasi air → Sebaiknya pakan diberikan secara merata agar ikan bergerak aktif.
- Siphon atau buang kotoran secara rutin untuk mengurangi bahan organik berlebih.
4. Pengobatan & Tindakan Darurat
- Jika setelah grading ikan banyak mengeluarkan lendir dan air mulai berbau amis, segera lakukan pembuangan air secara perlahan melalui saluran buang atas (throughout system).
- Semprot permukaan kolam dengan larutan BOSTER BLUE COPPER untuk menekan pertumbuhan bakteri patogen.
- Gunakan BOSTER INROFLOXS untuk mengantisipasi infeksi akibat luka grading.







