Heboh! Pembudidaya Lele di Bali Capai FCR 0,51 dengan Sistem BOSTER

Kisah Sukses Bapak Kadek dari Sidamara, Tabanan – Bali

Dalam dunia budidaya lele, FCR (Feed Conversion Ratio) rendah merupakan indikator efisiensi pakan yang luar biasa. Jika pada sistem konvensional FCR umumnya berkisar 1,0 atau lebih, Bapak Kadek berhasil mencatatkan FCR hingga 0,51 dengan sistem budidaya BOSTER.

Bagaimana ini bisa terjadi? Mari kita bahas!

Memahami FCR dan Logika Efisiensi Pakan

  • FCR adalah rasio antara jumlah pakan yang diberikan dengan pertumbuhan berat ikan. Secara teori, FCR 0,5 sangat mungkin dicapai karena:
  • Protein daging lele sekitar 17%
  • Protein pakan pelet di pasaran sekitar 32% – 35%

Jika sistem pencernaan ikan bisa menyerap protein pakan secara optimal dan digunakan secara maksimal untuk pertumbuhan, maka FCR rendah bisa tercapai. Namun, ada faktor utama yang mempengaruhi efisiensi ini.

5 Faktor Kunci Keberhasilan FCR Rendah

1️⃣ Kualitas Air yang Optimal

  • Manajemen kualitas air yang baik mendukung kesehatan ikan dan pencernaan yang efisien.
  • Menggunakan sistem kolam BOSTER “Central Drain”, yang memungkinkan pembuangan limbah organik lebih maksimal.
  • Aplikasi probiotik BOSTER dan manajemen pengendalian patogen untuk menjaga ekosistem air tetap stabil.

2️⃣ Bibit Lele Berkualitas

Ciri-ciri bibit unggul:

  • Fisik sehat dan gerakan responsif.
  • Ukuran seragam, berasal dari sortiran pertama.
  • Bukan hasil inbreeding, agar tidak rentan terhadap penyakit.

3️⃣ Kualitas Pakan & Suplementasi Nutrisi

✔ Pakan berkualitas tinggi dengan kandungan protein sesuai kebutuhan ikan.
✔ Peningkatan digestibility (daya cerna) pakan dengan:

  • BOSTER GROTOP
  • BOSTER AMINO LIQUID
  • BOSTER PREMIX / BOSTER VITALIQUID

4️⃣ Manajemen Pemberian Pakan (Feeding Management)

✔ Feeding Rate (FR) yang Tepat:

  • Awal budidaya: Pertumbuhan cepat, pakan diberikan optimal.
  • Menjelang panen: Pertumbuhan melambat, pakan dikurangi agar efisien.
    ✔ Pola pemberian pakan yang merata (terutama di kolam kecil).
    ✔ Akselerasi pertumbuhan dengan suplementasi di fase-fase penting.

5️⃣ Minimalkan Kompetisi dengan Grading Ikan

  • Grading ikan secara berkala untuk menyamakan ukuran.
  • Ukuran seragam → kompetisi makan berkurang → pertumbuhan lebih merata.

Kesimpulan: Efisiensi Pakan untuk Keuntungan Maksimal

✅ Manajemen air yang baik
✅ Pakan dan suplementasi optimal
✅ Manajemen pakan yang tepat
✅ Grading ikan untuk mengurangi persaingan

Dengan pendekatan ini, energi dari pakan bisa digunakan sepenuhnya untuk pertumbuhan ikan, bukan untuk bertahan melawan penyakit. Hasilnya? FCR rendah = pakan lebih hemat = keuntungan lebih besar!

Apakah Anda ingin mencoba sistem ini di tambak Anda? Jangan ragu untuk menerapkan metode BOSTER dan rasakan sendiri hasilnya!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *